Tampilkan postingan dengan label MAMALIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAMALIA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Agustus 2012

Benarkah Kuda Bisa Tidur dengan Berdiri?


Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan binatang yang satu ini, kuda. Binatang ini sering digunakan untuk menarik delman atau dokar. Apakah kalian pernah menaikinya? Pernah atau tidak pernah, kalian pasti tahu bahwa kuda memiliki sisi keunikan uang menakjubkan. Di antaranya, kuda bisa tidur sambil berdiri. Kok bisa? Apakah tidak jatuh? Kalian pasti penasaran ingin mengetahuinya bagaiman kuda bisa tidur dengan berdiri tanpa tanpa terjatuh?

Rahasianya ternyata terletak pada tulang kaki kuda. Tulang kaki kuda memiliki kemampuan untuk "mengunci" selama tidur. Berkat kemampuanaya itu, kuda dapat tidur sambil berdiri tanpa terjatuh, dan juga mampu membawa beban berat. 

Kaki kuda diciptakan tidak hanya untuk dapat membawa beban berat, tetapi juga untuk berlari cepat. Tidak seperti binatang-binatang lainnya, kuda tidak memiliki tulang selangka, suatu ciri yang memungkinkan mereka melangkah lebih lebar. Selain itu, terdapat mekanisme pada tulang dan otot kaki mereka yang menurunkan jumlah tenaga yang dikeluarkan ketika mereka berlari semakin cepat dan meningkatkan kemampuan bergerak.

Fungsi mekanisme ini mirip dengan gigi porsneling pada mobil. Seperti mobil yang beralih pada porsneling lebih tinggi ketika semakin kencang, kuda pun beralih pada "porsneling" lebih tinggi jika ingin berlari lebih cepat. Saat tenaga yang diperlukan untuk mendorong menurun, maka kemampuan geraknya meningkat. Menakjubkan sekali. ya!!

Kamis, 23 Agustus 2012

Benarkah Beruang Memiliki Kebiasaan Tidur Panjang?


Di negeri yang memiliki empat musim, beberapa hewan, seperti beruang memiliki kebiasaan tidur panjang selama musim dingin. Hal tersebut disebut tidur panjang karena waktu tidurnya memang sangat lama, yakni antara 3 hingga 4 bulan lamanya.

Mengapa meraeka tidur panjang? Ini disebabkan, pada musim dingin, hampir semua pepohonan akan kehilangan daun, dan dahan-dahannya membeku ditimpa salju dan terpaan hawa dingin. Begitu pula, danau dan sungai akan dilapisi es tebal yang membeku di atas permukaanya. Tentu saja persediaan makanan bagi hewan-hewan pemakan tumbuhan ataupung hewan-hewan pemakan daging menjadi langka.

Bila hewan-hewan ini tetap aktif bergerak selama musim dingin yang begitu panjang, tentu saja mereka akan mudah sakit dan bahkan mati kelaparan, sebab bergerak aktif membutuhkan pasokan energi yang cukup besar yang hanya bisa diperoleh dari sejumlah besar makanan.

Karena beruang akan mengalami kesulitan mencar makanan di musim dingin, maka beruang diberi kemampuan tidur panjang. Mereka benar-benar tidur, bahkan sangat terlelap, sehingga satu dua suara berisik kecil disekitarnya pun tidak akan menggangu tidur lelapnya. Paling-paling, ia hanya mengangkat kepala, melenguh sedikit, untuk kemudian tertidur kembali.

Uniknya, dalam tidur panjangnya tersebut, beruang berada dalam posisi menelungkup atau bergulung selama berbulan-bulan lamanya tanpa berpindah-pinda posisi sama sekali, dan ini tidak membuat beruang merasa sakit atau pegal-pegal. Padahal, kalau manusia tidur cukup lama, beberapa jam saja, bertukar-tukar posisi badan, pasti akan merasa sakit dan pegal-pegal karena otot terhimpit dan aliran darah tidak lancar.

Namun, tubuh beruang memiliki zat kalsium khusus yang membantu sel-sel ototnya untuk selalu lentur dan siap menahan beban tubuh beruang selama ia tidur panjang. Beruang pun tidak akan merasa kelaparan karena lemak di tubuhnya akan diserap sedikit demi sedikit menjadi pasokan energi yang cukup membuatnya bertahan hidup dan sehat.

Rabu, 22 Agustus 2012

Benarkah Beruang Kutub adalah Hewan pemangsa Terbesar di Darat?


Kalian pernah melihat beruang kutub di televisi? Menurut kalian, apa warna bulunya? Apakah kalian menjawab putuh? Kalau ya, berarti kalian salah terka. Pasalnya, warna bulu hewan pemangsa itu sejatinya bening seperti kaca. Tetapi, karena pantulan dari es, maka warna tersebut terbias menjadi putih.

Warna bulu merupakan salah satu persepsi keliru terhadap beruang kutub. Ada kekeliaruan lainnya, yakni banyak orang menduga beruang kutub hidup di lapisan es. Padahal, tidak demikian. Binatang pemangsa anjing laut itu lebih banyak menghabiskan waktu dengan berenang di laut, hanya sesekali saja mereka berada di lapisan es yang dingin.

Lalu, benarkah beruang kutub adalah hewan pemangsa terbesar yang hidup di darat? Ya, beruang kutub memang merupakan pemangsa terbesar yang hidup di darat. Bayangkan saja, bobot tubuhnya bisa mencapai satu ton. Bandingkan dengan bobot manusia yang paling berat hanya berkisar seratus kilogram.

Beruang kutub memiliki daya penciuman yang tajam. Ia bisa membaui anjing dari jarak 1,6 km. Bahkan, meski mangsanya itu mengubur diri di bawah lapisan es. Selain anjing laut, makanan favoritnya adalah ikan duyung dan beruang laut.

Masa hidup beruang kutub sekitar 15 tahun hingga 18 tahun. Sang betina mulai melahirkan anak pada usia 4 hingga 5 tahun. Seumur hidup, induk betina hanya melahirkan paling banyak 5 anak. Bayi beruang disebut cub. Bayi beruang dilahirkan dalam liang es atau gua.

Beruang kutub hanya dijumpai di kutub utara. Tak ada binatang serupa di kutub sealatan. Mereka menempati lima wilayah di lima negara, yakni Denmark (Green Land), Norwegia, Rusia, Amerika Serikat (Alaska), dan Kanada.

Rabu, 29 Februari 2012

Kerbau Suka Menghadap ke Arah Utara?


Kalian tentu sudah familiar dengan binatang ternak seperti sapi atau kerbau. Karena, binatang ternak itu banyak dipelihara oleh masyarakat, terutama masyarakat pedesaan, dan dagingnya juga lezat dan banyak dijual di pasar.

Tahukah kalian bahwa ada fakta unik pada kebiasaan hewan bertanduk itu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan ahli binatang dari University of Duisburg Essen Jerman, Swabine Begall, menunjukkan bahwa ternyata kerbau suka berdiri menghadap ke utara.

Menggunakan foto satelit dari Google Earth, ia mengamati 8.510 kerbau di 308 lokasi yang berbeda. Ia juga mengawasi kawanan rusa di Republik Cekoslovakia. hasilnya sama, kawanan binatang itu juga suka memandang kearah utara. tak peduli angin, panas, hujan, siang atau malam, tetap saja utara menjadi arah favorit kerbau.

Mengapa bisa seperti itu? Para ahli menduga jika hewan menyusui itu memiliki kemampuan untuk merasakan posisi magnet bumi. Memang, bumi memiliki dua pusat magnet, yakni di kutub utara dan selatan. Fenomena alam itu dimanfaatkan untuk menunjuk arah menggunakan alat yang disebut dengan kompas.

Hewan-hewan tersebut menggunakan arah utara sebagai acuan posisi awal. Selanjutnya, ia bergerak menggunakan acuan tersebut. dengan demikian, mereka tak tersesat saat menempuh perjalanan.

Minggu, 20 November 2011

Mengapa Kucing Selalu Mendarat dengan Tegak Ketika Terjatuh?


Kalian pasti sudah pernah melihat kucing. Atau, mungkin kalian malah memeliharanya di rumah? Apa yang menarik dari binatang ini? Ya, ada satu fakta unik menyangkut binatang ini, yakni kucing tidak pernah jatuh dengan posisi telentang ataupun ambruk. Kucing selalu jatuh dengan tenang dengan posisi tegak di atas keempat kakinya. Mengapa bisa seperti itu? Kalian tentu penasaran.
Ternyata, ada sistem keseimbangan yang sangat canggih dalam tubuh kucing. Sistem inilah yang membuat kucing ketika jatuh akan menyadari dalam posisi bagaimana ia akan jatuh. Saat seekor kucing melompat atau jatuh dari tempat yang tinggi, ia menggunakan penglihatan dan vestibular apparatus (sistam keseimbangan yang terdapat pada telinga dalamnya, untuk mengukur kira-kira tinggi posisinya). Ia kemudian meluncurkan tubuh bagian depannya terlebih dahulu, diikuti tubuh bagian belakang.
Selain sistem keseimbangan yang sempurna, tubuh kucing didesain untuk mendukung kemampuan itu. Kucing memilliki ekor yang berfungsi menjaga keseimbangan dengan cara menyetel pusat gratvitasi tubuhnya. Kucing terbantu oleh bentuk tubuhnya yang ramping, struktur tulang yang ringan, dan bulu lembut yangn cukup tebal, sehingga bisa mengahambat kecepatan jatuh. Kucing juga mempunyai tulang belakang yang sangat fleksibel yang jumlahnya lebih banyak daripada milik manusia, sehingga memungkinkannya membalikkan tubuh saat jatuh dari ketinggian tertentu.
Cara mendarat kucing juga tidak asal. Ada teknis khusus. Setelah posisi tubuh sudah pas, dalam artian kaki berada di bawah, kucing akan segera meregangkan kakinya, sehingga angin menahan jatuh tubuhnya. Dan saat bersentuhan dengan tanah, kakinya langsung ditekuk supaya mengecilkan efek jatuhnya. Kemampuan ini secara alami dimiliki oleh kucing, bahkan sejak berusia tujuh minggu.
Cukupkan sampai di situ? Tidak. Ternyata, ada satu hal lagi yang bisa membuat kucing selamat bahkan saat jatuh dari ketinggian luar biasa, kecepatan puncak (terminal velocity).
Kecepatan puncak adalah sebuah titik di mana berat benda sama dengan resistensi udara, sehingga ia berhenti berakselerasi. Titik ini dapat dicapai manusia saat ia terbang di ketinggian sekitar 550 meter dengan kecepatan sekitar 195 meter/jam. Untuk lebih mudahnya, bayangkan seorang penerjun payung. Ia akn terbang melayang hingga beberapa saat setelah terjun dari pesawat tanpa perlu takut jatuh. Setelah melampui titk kecepatan puncak, barulah sang penerjun payung mengembangkan parasutnya.
Demikan halnya dengan kucing. Saat mencapai ketinggian puncak, tubunya akan bisa melayang diterpa angin. Saat itulah kucing berkesempatan untuk mengeset kemampuan keseimbangan tubuhnya. Dan, saat telah melampaui titik kecepatan puncak itu, kucing akan bersiap mendarat dengan sempurna. Itulah sebabnya kucing justru lebih mudah mengalami cedera dari ketinggian biasa, bukan dari gedung tinggi. Ini terjadi karena kucing masih kaget, sehingga tidak sempat memasang kemampuan mendaratnya dengan baik.