Minggu, 20 November 2011

Mengapa Kucing Selalu Mendarat dengan Tegak Ketika Terjatuh?


Kalian pasti sudah pernah melihat kucing. Atau, mungkin kalian malah memeliharanya di rumah? Apa yang menarik dari binatang ini? Ya, ada satu fakta unik menyangkut binatang ini, yakni kucing tidak pernah jatuh dengan posisi telentang ataupun ambruk. Kucing selalu jatuh dengan tenang dengan posisi tegak di atas keempat kakinya. Mengapa bisa seperti itu? Kalian tentu penasaran.
Ternyata, ada sistem keseimbangan yang sangat canggih dalam tubuh kucing. Sistem inilah yang membuat kucing ketika jatuh akan menyadari dalam posisi bagaimana ia akan jatuh. Saat seekor kucing melompat atau jatuh dari tempat yang tinggi, ia menggunakan penglihatan dan vestibular apparatus (sistam keseimbangan yang terdapat pada telinga dalamnya, untuk mengukur kira-kira tinggi posisinya). Ia kemudian meluncurkan tubuh bagian depannya terlebih dahulu, diikuti tubuh bagian belakang.
Selain sistem keseimbangan yang sempurna, tubuh kucing didesain untuk mendukung kemampuan itu. Kucing memilliki ekor yang berfungsi menjaga keseimbangan dengan cara menyetel pusat gratvitasi tubuhnya. Kucing terbantu oleh bentuk tubuhnya yang ramping, struktur tulang yang ringan, dan bulu lembut yangn cukup tebal, sehingga bisa mengahambat kecepatan jatuh. Kucing juga mempunyai tulang belakang yang sangat fleksibel yang jumlahnya lebih banyak daripada milik manusia, sehingga memungkinkannya membalikkan tubuh saat jatuh dari ketinggian tertentu.
Cara mendarat kucing juga tidak asal. Ada teknis khusus. Setelah posisi tubuh sudah pas, dalam artian kaki berada di bawah, kucing akan segera meregangkan kakinya, sehingga angin menahan jatuh tubuhnya. Dan saat bersentuhan dengan tanah, kakinya langsung ditekuk supaya mengecilkan efek jatuhnya. Kemampuan ini secara alami dimiliki oleh kucing, bahkan sejak berusia tujuh minggu.
Cukupkan sampai di situ? Tidak. Ternyata, ada satu hal lagi yang bisa membuat kucing selamat bahkan saat jatuh dari ketinggian luar biasa, kecepatan puncak (terminal velocity).
Kecepatan puncak adalah sebuah titik di mana berat benda sama dengan resistensi udara, sehingga ia berhenti berakselerasi. Titik ini dapat dicapai manusia saat ia terbang di ketinggian sekitar 550 meter dengan kecepatan sekitar 195 meter/jam. Untuk lebih mudahnya, bayangkan seorang penerjun payung. Ia akn terbang melayang hingga beberapa saat setelah terjun dari pesawat tanpa perlu takut jatuh. Setelah melampui titk kecepatan puncak, barulah sang penerjun payung mengembangkan parasutnya.
Demikan halnya dengan kucing. Saat mencapai ketinggian puncak, tubunya akan bisa melayang diterpa angin. Saat itulah kucing berkesempatan untuk mengeset kemampuan keseimbangan tubuhnya. Dan, saat telah melampaui titik kecepatan puncak itu, kucing akan bersiap mendarat dengan sempurna. Itulah sebabnya kucing justru lebih mudah mengalami cedera dari ketinggian biasa, bukan dari gedung tinggi. Ini terjadi karena kucing masih kaget, sehingga tidak sempat memasang kemampuan mendaratnya dengan baik.

Senin, 24 Oktober 2011

Bagaimana Cicak Dapat Menempel Tanpa Terjatuh?


Seekor cicak dengan asyik berlarian di langit-langit rumah. Berkejaran dengan sesama cicak atau sibuk mengejar mangsa. Pemandangan seperti itu sudah biasa dan sering kita saksikan. Hanya saja, pernahkah kalian berpikir  bagaimana cicak dapat menempel di dinding atau di langit-langit rumah tanpa terjatuh?
  

Seperti yang kalian ketahui, cicak adalah binatang melata yang tergolong mudah di jumpai karena tedapat di hampir seluruh wilayah Indonesia. Cicak termasuk golongan reptil, ia memiliki cakar, bertelur, berdarah dingin (suhu tubuhnya tergantung pada suhu lingkungannya), dan bersisik, meski sisiknya sangat halus.
Salah satu keunikan cicak yang menakjubkan adalah kemapuannya untuk berjalan di dinding atau menempel di langit-langit rumah atau pohon dalam posisi pungggung mengahadap ke tanah tanpa terjatuh sama sekali. Bagaimana cicak melakukan hal ini? Rahasianya ternyata terletak pada kakinya. Keempat kaki cicak (kalau diteliti melaui kaca pembesar) memiliki rambut-rambut super halus yang berbaris rapat seperti bulu-bulu halus pada sikat gigi kita. Dan, pada setiap ujung rambut-rambut halus ini, terdapat sebuah lekukan yang terlihat seperti semacam mangkuk pengisap yang juga kecil.
Ujung pengisap di kakinya ini berfungsi sebagai perekat sebagaimana plastik perekat yang biasa kalian lihat pada gantungan aksesori pintu toko yang bertuliskan BUKA atau TUTUP.

Sekali cicak melangkah, ribuan rambut halus berpengisap di ujungnya ini segera menempel pada tempatnya berpijak dan menjadi penahan tubuh cicak, sehingga ia tak akan goyah dalam posisi apapun.

Meski demikian, kalau ada bahaya, ternyata cicak bisa sigap melarikan diri dengan cepat. Satu bagian rambut halus terangkat, misalnya pada kaki depan, rambut halus lain menempel lekat-lekat, dan begitu seterusnya secara bergantian dengan kecepatan tak terukur mata kita. Maka, selamatlah cicak dari bahaya sambil tetap tak terjatuh dari ketinggian.